Rabu, 30 Oktober 2013

Kacang Hijau Dan Manfaatnya




Tahukah Anda manfaat kesehatan yang diberikan oleh si kecil hijau ini? Ini dia, seperti dilansir oleh 3 Fat Chicks .

1. Kolesterol
Kacang hijau yang rendah kolesterol dan mengandung banyak serat sangat cocok dikonsumsi orang yang memiliki tingkat kolesterol tinggi. Seratnya akan membantu sistem pencernaan sekaligus menurunkan tekanan darah. Direkomendasikan untuk mengonsumsi 10 - 25 gram serat setiap hari, sementara kacang hijau memiliki 1,9 gram serat per cangkir.

2. Kanker payudara
Kacang hijau dan kacang-kacangan lainnya mengandung protease inhibitor. Protease inhibitor diketahui mampu mencegah terbentuknya sel tumor dan kanker yang ada pada payudara.

3. Setelah menopause
Kacang hijau memiliki kandungan isoflavon yang mampu mengatur aktivitas hormon. Isoflavon adalah salah satu jenis phytoestrogen yang mampu meredakan gejala-gejala menopause pada wanita, misalkan rasa terbakar, atau lainnya. Mengonsumsi 90 miligram phytoestrogen setiap hari juga mampu mencegah kerapuhan tulang dan osteoporosis yang mengancam wanita setelah menopause.

4. Diabetes
Kacang hijau termasuk makanan dengan indeks glycemic rendah, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Makanan ini bisa membantu mengatur tingkat gula darah. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi kacang hijau dan kecambah kacang hijau selama lima minggu kacang hijau mampu mengurangi tingkat glukosa dalam darah, C-peptide, glucagon, dan tingkat urea nitrogen dalam darah.

5. Protein
Kacang hijau mengandung 3,16 gram protein setiap cangkirnya. Meski tak sebesar protein dalam daging, namun kacang hijau memiliki lebih sedikit lemak dan kolesterol dibandingkan daging.

Itulah beberapa manfaat kesehatan dari kacang hijau. Jangan ragu mengonsumsi kacang hijau untuk mendapatkan nutrisinya.


Sumber : Merdeka.com

Kamis, 03 Oktober 2013

Biji Matahari, Camilan Bermanfaat





Biji bunga matahari biasanya diolah menjadi makanan dengan cara dikeringkan. Makanan yang dihasilkan dengan cara tersebut umumnya disebut dengan kuaci.

Nah, jika anda termasuk yang suka mengkonsumsi biji bunga matahari, apakah anda tahu manfaat mengkonsumsi makanan tersebut bagi kesehatan?

Menurut penjelasan dalam situs www.healwithfood.org, biji bunga matahari mengandung banyak sekali nutrisi yang baik dalam melawan asma. Sehingga, makanan ini baik dikonsumsi para penderita asma setiap hari.

Bagi yang penasaran akan nutrisi apa saja yang terkandung dalam biji bunga matahari yang kecil itu, ternyata satu biji bunga matahari mengandung banyak vitamin E, potassium, dan magnesium yang baik sebagai nutrisi anti asma.

Tak hanya itu, disebutkan pula dalam situs yang sama jika biji bunga matahari merupakan sumber selenium yang tak kalah jumlahnya dengan jenis makanan lain. Selenium yang terkandung dalam secangkir biji bunga matahari sudah mampu memenuhi sepertiga kebutuhan selenium tubuh setiap harinya.

Biji bunga matahari juga memiliki kelebihan lain jika dibandingkan dengan jenis biji-bijian dan kacang-kacangan yang lain. Yakni, biji bunga matahari merupakan salah satu yang berkemungkinan paling kecil dalam menimbulkan reaksi alergi yang sering juga diderita para penderita asma.

Namun, anda tetap harus memperhatikan jumlah biji bunga matahari yang anda konsumsi, ya. Karena jenis makanan yang satu ini cukup banyak mengandung kalori.


Sumber : Vemale.com

Jumat, 13 September 2013

Merica Amazing Biji





Di Indonesia, merica yang berasal dari tanaman lada ini banyak dihasilkan di Pulau Bangka. Tanaman lada/merica tergolong tanaman merambat, daun jorong, batang berbuku-buku, daun tinggal, buah bulir dan menempel pada pokok batang lain dengan akar tempel. Tanaman lada menghasilkan rempah-rempah serba guna dalam wujud biji-bijian yang lebih sering dikenal dengan nama merica.

Merica adalah salah satu obat penyembuh sakit kepala yang ampuh. Jika sakit kepala Anda mendadak hilang setelah makan sup, coba perhatikan. Sup mengandung merica dan bahan merica inilah yang telah menghilangkan sakit kepala Anda. Merica mengandung zat kavisin yang membawa sifat pedas. Di dalam tubuh, senyawa-senyawa yang menjadi sumber rasa pedas akan bekerja meredam aktivitas otak saat menerima sinyal rasa sakit yang disalurkan dari sistem syaraf. Oleh sebab itu, beban rasa sakit yang tadinya tinggi jadi berkurang.

Merica juga tergolong senyawa pembangkit birahi/afrodisiak. Senyawa boron, calamene dan vacrol yang terdapat pada butiran buah lada dapat merangsang pengeluaran hormon androgen dan estrogen yang merupakan bekal utama pembangkit gairah seksual pada pria dan wanita. Kandungan merica juga dapat mengatasi bau keringat yang kurang sedap, haid yang kurang teratur, panas dalam, rematik, asam urat, tulang keropos, sakit gigi, asma, hernia, dan berbagai jenis penyakit kulit.

Manfaat merica untuk obat tradisional
Sakit kepala

Sediakan:

5 gram lada

5 butir cengkeh

5 gram biji pala

1 jari kayu manis

Cuci seluruh bahan di atas, lalu keringkan. Kemudian, tumbuk hingga menjadi bubuk dan seduh dengan air panas. Minum selagi hangat.

Asma/sesak napas

Ambil 10 butir merica

8 lembar daun sirih

Haluskan dan tambahkan 1 sendok teh minyak kayu putih

Aduk lalu oleskan pada tengkuk dan dada.

Itulah beberapa manfaat merica bagi kesehatan. Anda kini tidak perlu pergi ke dokter atau ke apotek hanya untuk mengobati sakit kepala yang Anda derita.


Sumber : Vemale.com

Senin, 12 Agustus 2013

Biji Buah dan Sayur Juga Berguna Loch






Saat mengiris buah atau sayur, biasanya Anda menemukan biji yang langsung dibuang karena dianggap tidak berguna. Padahal biji dari sayur atau buah tersebut juga bermanfaat bagi kesehatan.

Misalnya saja biji labu. Anda yang sedang berdiet dianjurkan untuk makan biji sayur yang satu ini. Ayo simak manfaat kesehatan biji buah dan sayur lainnya seperti yang dilansir dari Boldsky berikut ini.

Biji labu

Karena rendah kalori, biji labu baik dikonsumsi bagi Anda yang sedang berusaha menurunkan berat badan. Biji labu juga kaya akan zat besi dan zinc yang menguatkan tulang, mencegah osteoporosis, dan batu ginjal. Bukan hanya itu, biji dari sayur yang satu ini pun bersifat anti inflamasi yang memperbaiki pencernaan dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Biji tomat

Rasa asam khas pada tomat mengandung banyak manfaat kesehatan. Demikian pula dengan bijinya yang mampu menurunkan tekanan darah, melancarkan sirkulasi darah, dan mengusir racun dalam tubuh. Biji tomat pun berfungsi mencegah penyumbatan pembuluh darah sehingga melindungi jantung Anda. Sedang sembelit? Makan saja biji tomat untuk membersihkan saluran pencernaan.

Biji paprika

Mengonsumsi paprika sebaiknya disertai dengan bijinya. Sebab biji sayur yang satu ini kaya akan vitamin A, C, dan K yang ampuh melawan penuaan dan meningkatkan sirkulasi darah sekaligus sistem imun. Biji paprika juga berkhasiat melancarkan pencernaan.

Biji pepaya

Anda sudah tahu manfaat kesehatan pepaya, lantas bagaimana dengan bijinya? Rupanya biji buah yang satu ini membantu Anda membersihkan ginjal dari racun, mendetoksifikasi hati, dan melancarkan pencernaan. Punya masalah dengan lambung? Segera nikmati satu sendok biji pepaya. Atau keringkan biji pepaya seperti biji labu. Selain bermanfaat bagi kesehatan, biji pepaya juga membuat kulit lebih halus dan bersinar.

Biji delima

Makan buah delima memang harus bersama dengan bijinya. Sayang beberapa orang membuang ampas biji delima setelah mendapatkan sensasi rasa buahnya. Padahal bagi Anda yang diet, biji delima baik bagi program penurunan berat badan. Selain itu, senyawa polyphenol dalam biji delima juga ampuh mencegah kanker, gangguan jantung, dan tumor.

Itulah berbagai manfaat kesehatan dari biji buah dan sayur yang biasanya dibuang.

Sumber : Merdeka.com

Rabu, 17 Juli 2013

Tangkal Ginjal Kronis dengan Sayur dan Buah!




Buah dan sayur tak hanya baik untuk menjaga kebugaran tubuh. Baru-baru ini penelitian menunjukkan bahwa diet yang kaya buah dan sayur bisa melindungi ginjal dari penyakit ginjal kronis.

Orang yang terlalu banyak mengonsumsi makanan berdaging dan biji-bijian biasanya memproduksi zat asam yang lebih banyak dan menyebabkan gangguan pada metabolisme tubuh. Terlalu banyak zat asam yang berkumpul dalam tubuh pada akhirnya akan berakhir di ginjal, karena ginjal bertanggung jawab untuk menghilangkan asam dari urine. Jika dibiarkan hal ini bisa menyebabkan penyakit ginjal kronis yang berujung pada kematian.

Ninit Goraya, dan Donald Wesson dari Texas A dan M College and Medicine beserta kolega mereka melakukan pengujian pada 71 pasien yang mengalami penyakit ginjal kronis tahap empat. Para pasien ini diminta menambahkan porsi buah dan sayuran selama satu tahun.

Mereka menemukan bahwa fungsi ginjal menjadi semakin baik setelah satu tahun. Penanda adanya kerusakan pada ginjal melalui urine semakin sedikit setelah satu tahun penelitian.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan alkali melalui buah dan sayuran memiliki manfaat untuk mengurangi risiko kerusakan ginjal," ungkap Goraya, seperti dilansir oleh Times of India.

Penelitian ini diterbitkan pada Clinical Journal of the American Society of Nephrology. Demi melindungi kesehatan ginjal, ada baiknya menambah porsi buah dan sayuran Anda setiap hari.


Sumber : Merdeka.com

Kamis, 20 Juni 2013

Warna Sayur Dan Buah








Untuk mengetahui lebih jauh tentang manfaat dari warna buah dan sayuran tertentu, berikut penjelasannya:

Warna Hijau

Contohnya: brokoli, kale, daun selada, dan bayam.

Makanan hijau sangat baik untuk sistem peredaran darah karena mengandung mineral dan vitamin B kompleks. Beberapa jenis fitokimia dalam makanan hijau seperti sulforaphane dan indoles merupakan senyawa anti kanker yang kuat.

Warna Merah

Contohnya: tomat, semangka, dan kubis merah.

Makanan berwarna merah mengandung banyak fitokimia yang berguna untuk mengurangi dampak kerusakan tubuh akibat radikal bebas. Fitokimia yang disebut lycopene merupakan sumber warna yang bermanfaat untuk mencegah masalah prostat, dan mengurangi efek kerusakan kulit akibat sinar matahari.

Warna Oranye

Contohnya: wortel, jeruk, labu, ubi jalar, aprikot, dan melon.

Makanan berwarna oranye memiliki karotenoid yang membantu memperbaiki DNA untuk mencegah kanker. Wortel dan jeruk sangat baik dikonsumsi untuk kesehatan mata. Makanan berwarna oranye membantu tubuh mendapatkan vitamin A.

Warna Hijau/Kuning

Contohnya: jagung kuning, kacang hijau, alpukat, dan melon.

Kombinasi makanan berwarna hijau dan kuning mengandung karotenoid lutein dan zeaxanthin yang membantu mengurangi risiko katarak dan degenerasi makula.

Warna Oranye/Kuning

Contohnya: jeruk, nanas, jeruk, peach, dan pepaya.

Makanan berwarna oranye dan kuning mengandung antioksidan dan vitamin C yang sangat tinggi. Selain itu, makanan ini dapat membantu meningkatkan kesehatan selaput lendir, jaringan ikat, dan juga mencegah penyakit jantung dengan meningkatkan sirkulasi darah sekaligus mencegah peradangan.

Warna Putih/Hijau

Contohnya: bawang merah, bawang putih, seledri, pir, kubis, dan daun bawang.

Makanan yang memiliki kombinasi warna putih hijau mengandung berbagai fitokimia. Bawang putih dan merah mengandung allicin, anti-virus, anti-bakteri, dan anti-jamur. Masukkan bawang putih dan bawang bombay dalam makanan untuk mengurangi efek buruk dari daging berlemak. Sedangkan seledri berguna untuk kesehatan sendi.

Warna Merah/Biru/Ungu

Contohnya: apel merah, blueberry, strawberry, cranberry, plum, dan anggur.

Makanan berwarna gelap ini merupakan sumber antioksidan kuat yang disebut antosianin yang melindungi kita dari penyakit jantung dengan meningkatkan sirkulasi dan mencegah pembekuan darah.



Sumber : Vemale.com

Rabu, 05 Juni 2013

Buah Baik Untuk Menangkal Kanker Payudara





Rajin mengkonsumsi buah dan sayuran bukan hanya membuat kita terhindar dari kegemukan dan penyakit jantung, tapi juga kanker payudara.

Khasiat antikanker dalam buah dan sayuran berasal dari mikronutrien karotenoid yang akan menghambat pertumbuhan tumor dan mengurangi penyebaran kanker payudara.

Karotenoid bisa kita temukan dalam wortel, bayam, kale, tomat, paprika, ubi, dan sayuran lainnya.

"Ada beberapa bukti penelitian sebelumnya yang menyebutkan kandungan dalam sayur dan buah menurunkan risiko kanker," kata Dr.Stephanie Bernik, ketua bedah onkologi dari Lenox Hill Hospital, New York, AS.

Dalam penelitian terbaru yang dipimpin A.Heater Eliassen dari Brigham and Womens Hopital dan Harvard Medical School, dianalisa data ribuan wanita yang berpartisipasi dalam 8 penelitian mengenai level karotenoid dan kanker payudara.

Mereka menemukan adanya kaitan yang signifikan antara karotenoid dalam level tinggi dengan penurunan risiko kanker, terutama kanker payudara negatif atau tumor yang tidak disebabkan estrogen.

Pada tumor payudara yang positif atau yang merespon estrogen, ditemukan juga manfaat penurunan risiko kanker dari karotenoid.


Sumber : Kompas.com